GAS

Strategi Pertamina Perluas Penggunaan Bright Gas Lewat Promo Selama Ramadan–Idulfitri 2026

Strategi Pertamina Perluas Penggunaan Bright Gas Lewat Promo Selama Ramadan–Idulfitri 2026
Strategi Pertamina Perluas Penggunaan Bright Gas Lewat Promo Selama Ramadan–Idulfitri 2026

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan cara baru untuk memperkenalkan produk LPG non-subsidi Bright Gas kepada masyarakat umum lewat rangkaian program promo yang digelar sepanjang Ramadan hingga Idulfitri 2026, sebagai upaya memperluas pemakaian energi rumah tangga yang lebih aman dan berkualitas.

Pertamina hadirkan promo Bright Gas di ajang masyarakat

Pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026, promo Bright Gas digelar di Kampoeng Ramadan Jogokariyan yang berlangsung di sekitar area Masjid Jogokariyan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari dukungan Pertamina Patra Niaga untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan energi dapur di bulan suci.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menyatakan bahwa Masjid Jogokariyan dikenal memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas umat yang memberi manfaat luas bagi masyarakat sehingga lokasi tersebut dipilih untuk menghadirkan promo. “Selaras dengan Pertamina yang memiliki value Energizing Indonesia,” kata Taufiq dalam keterangan resminya pada Kamis (19/2/2026).

Ragam promo menarik untuk mendorong penggunaan LPG non-subsidi

Beberapa promo yang ditawarkan kepada pengunjung antara lain:

Program tukar tabung gratis, di mana masyarakat dapat menukar dua tabung LPG 3 kilogram menjadi satu tabung Bright Gas 5,5 kilogram, serta tiga tabung LPG 3 kilogram ditukar menjadi satu tabung Bright Gas 12 kilogram.

Bagi pelanggan yang melakukan transaksi menggunakan aplikasi MyPertamina, tersedia kesempatan mendapatkan e-voucher MyPertamina senilai Rp50.000 untuk pembelian tabung perdana Bright Gas beserta isi.

E-voucher senilai Rp25.000 juga disediakan untuk pembelian isi ulang (refill) Bright Gas.

Promo ini dirancang agar masyarakat yang sebelumnya belum terbiasa menggunakan Bright Gas mendapatkan pengalaman langsung dengan proses penukaran yang mudah serta manfaat tambahan lewat hadiah digital.

Mendorong pergeseran ke LPG non-subsidi yang lebih aman

Taufiq Kurniawan menekankan bahwa promo ini juga merupakan bentuk edukasi terhadap masyarakat untuk beralih dari LPG bersubsidi ke LPG non-subsidi yang dianggap lebih aman dan berkualitas. Produk Bright Gas dilengkapi katup ganda untuk meningkatkan keamanan dan seal hologram untuk menjamin keaslian produk, sehingga sesuai untuk konsumsi rumah tangga dan pelaku usaha.

"Melalui promo Bright Gas ini, kami ingin memberikan kemudahan sekaligus edukasi kepada masyarakat untuk beralih ke LPG non-subsidi yang lebih aman dan berkualitas," lanjut Taufiq.

Respons masyarakat terhadap program promo

Program ini sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat sendiri keunggulan Bright Gas sebagai pilihan energi rumah tangga, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan memasak meningkat. Salah satu warga yang mengikuti program tersebut, Rina (35), mengaku terbantu dengan adanya promo karena proses penukaran dinilai mudah dan cepat. “Saya jadi lebih yakin menggunakan Bright Gas karena lebih aman dan tampilannya juga lebih bersih,” ujar Rina kepada media.

Konteks kebutuhan LPG selama Ramadan dan Idulfitri

Selain promo, kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nasional diperkirakan akan meningkat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Sebagai contoh, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memproyeksikan bahwa kebutuhan LPG akan naik sampai sekitar 3,8 persen, dari rerata harian normal 3.733 metrik ton menjadi sekitar 3.874 metrik ton per hari selama periode tersebut. Lonjakan permintaan energi seperti ini biasa terjadi karena meningkatnya aktivitas rumah tangga dan usaha kecil, termasuk kebutuhan kuliner saat bulan puasa.

Dengan persiapan stok dan distribusi yang terencana, perusahaan memastikan ketersediaan LPG tetap aman dan mencukupi meskipun ada lonjakan permintaan. Masyarakat pun diimbau untuk tetap membeli LPG sesuai kebutuhan dan melakukan transaksi di pangkalan resmi untuk memastikan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index