JAKARTA - Pergerakan harga logam mulia kembali menarik perhatian investor dan masyarakat umum.
Pada hari ini, Jumat, 20 Februari 2026, harga perak murni yang dipasarkan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam terpantau menguat ke level Rp49.150 per gram. Kenaikan ini menunjukkan tren positif bagi logam safe haven, seiring dinamika pasar global yang mendukung minat beli logam mulia.
Kenaikan Rp750 dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp48.400 per gram menjadi sinyal bahwa investor mulai memanfaatkan momentum untuk mengamankan aset yang relatif stabil. Hal ini juga memicu perhatian kolektor maupun konsumen yang ingin menambah kepemilikan perak batangan Antam.
Tren Kenaikan Harga Perak Batangan Antam
Mengacu pada data resmi Logammulia.com, harga perak batangan Antam hari ini tercatat sebagai berikut:
1 gram: Rp49.150
250 gram: Rp12.687.500, dengan PPN 11 persen menjadi Rp14.083.125
500 gram: Rp24.575.000, dengan PPN 11 persen menjadi Rp27.278.250
Perak batangan Antam tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk investasi jangka pendek maupun panjang. Kenaikan harga ini menegaskan peran perak sebagai instrumen pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi pasar saham.
Menurut analis pasar logam mulia, tren penguatan harga perak ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah permintaan industri elektronik, perhiasan, dan minat investor ritel yang meningkat menjelang momentum ekonomi tertentu. Lonjakan permintaan tersebut membuat harga perak di pasar domestik menyesuaikan secara cepat.
Harga Perak Heritage dan Pergerakan Pasar Internasional
Selain perak Antam, harga perak batangan heritage juga mengalami penguatan. Berdasarkan data Logammulia.com, harga perak heritage hari ini tercatat:
31,1 gram: Rp2.076.370, dengan PPN 11 persen menjadi Rp2.304.771
186,6 gram: Rp11.336.686, dengan PPN 11 persen menjadi Rp12.583.721
Kenaikan harga perak domestik sejalan dengan tren perak berjangka global. Harga perak berjangka untuk Maret 2026 (SIH6) tercatat naik di level USD78,130 per troy ons pada pukul 09.50 WIB, dengan persentase kenaikan 0,64 persen atau naik 0,496 poin. Hal ini menunjukkan sentimen positif pasar internasional turut memengaruhi harga perak di Indonesia.
Investor lokal dan kolektor pun semakin memanfaatkan momen ini untuk membeli perak batangan sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar finansial dan fluktuasi mata uang. Pergerakan harga global yang stabil menjadi indikator bahwa tren kenaikan kemungkinan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan.
Dampak Kenaikan Harga Perak terhadap Investor dan Konsumen
Kenaikan harga perak Antam membawa implikasi langsung bagi investor, kolektor, dan konsumen umum. Bagi investor ritel, momen ini dapat menjadi peluang untuk meningkatkan portofolio logam mulia.
Sedangkan bagi konsumen yang ingin membeli perak batangan untuk tabungan fisik, kenaikan harga berarti harus menyiapkan dana lebih besar dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Selain itu, kenaikan harga perak juga berdampak pada sektor perhiasan dan industri. Produsen perhiasan yang menggunakan perak murni menyesuaikan harga jual untuk menjaga margin keuntungan.
Sementara di sektor industri, terutama elektronik dan komponen industri, biaya produksi dapat meningkat seiring harga bahan baku logam mulia yang lebih tinggi.
Meski demikian, sebagian besar analis menilai kenaikan ini masih wajar dan mencerminkan kondisi pasar yang sehat. Minat beli tetap kuat, sehingga pasar domestik dapat menyerap peningkatan harga dengan baik.
Hubungan Harga Perak dengan IHSG dan Kondisi Pasar Saham
Selain harga perak, kondisi pasar saham Indonesia juga turut menjadi perhatian. Berdasarkan data RTI, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat 0,83 poin atau 0,010 persen ke posisi 8.274,92 pada pukul 09.42 WIB.
Meski pergerakan IHSG relatif stabil, kenaikan harga logam mulia cenderung menarik investor untuk mendiversifikasi aset dari saham ke logam mulia.
Korelasi antara harga perak dan IHSG menunjukkan adanya perilaku lindung nilai dari investor. Saat pasar saham menghadapi volatilitas atau ketidakpastian, logam mulia seperti perak menjadi alternatif aman.
Oleh karena itu, kenaikan perak Antam juga dapat dipandang sebagai sinyal bahwa sebagian investor bersiap menghadapi potensi fluktuasi pasar saham di bulan-bulan mendatang.
Prospek Harga Perak ke Depan
Melihat tren saat ini, analis memprediksi harga perak murni akan terus mengalami penguatan dalam jangka pendek, terutama menjelang momentum ekonomi global dan domestik tertentu.
Faktor pendorong antara lain permintaan industri, kondisi geopolitik, dan kebijakan moneter global yang mendukung instrumen safe haven.
Investor dianjurkan untuk memantau pergerakan harga perak secara berkala. Memahami tren pasar, baik domestik maupun global, menjadi kunci untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Dengan harga perak Antam yang terus naik, peluang diversifikasi aset menjadi semakin menarik, terutama bagi mereka yang ingin mengamankan nilai kekayaan dari inflasi dan volatilitas pasar saham.