JAKARTA - Hari ini, Kamis, 5 Maret 2026, rupiah menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS), mencerminkan sentimen pasar yang berhati-hati di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan outlook kredit domestik.
Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.05 WIB, rupiah menghijau sebesar 0,04% ke level Rp16.916 per dolar AS, sementara indeks dolar AS menguat 0,05% ke 98,82.
Pergerakan Rupiah dan Mata Uang Asia Lainnya
Mayoritas mata uang Asia mengalami penguatan seiring dengan penguatan rupiah. Yen Jepang terapresiasi 0,18%, dolar Singapura 0,01%, won Korea 0,03%, peso Filipina 0,25%, yuan China dan ringgit Malaysia masing-masing 0,14%, serta baht Thailand 0,05%. Sementara itu, pelemahan terjadi terhadap dolar Hong Kong 0,01% dan rupee India 0,73%.
Situasi ini menunjukkan bahwa sentimen risk-on masih terbatas di kawasan Asia, meski pasar tetap waspada terhadap perkembangan global.
Analisis Pergerakan Rupiah
Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan potensi pelemahan terbatas dalam rentang Rp16.890—Rp16.940 per dolar AS hari ini.
Faktor utama adalah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah serangan terkoordinasi AS dan Israel terhadap militer Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran.
Serangan lanjutan dan respons Iran dengan meningkatkan kekuatan militer di Teluk serta ancaman terhadap jalur pelayaran global menambah risiko geopolitik.
Kenaikan harga minyak akibat risiko ini berpotensi menekan rupiah melalui peningkatan kebutuhan impor energi dan sentimen pasar yang cenderung menghindari aset berisiko.
Pengaruh Geopolitik dan Risiko Global
Meski Presiden AS menyatakan akan menjamin keamanan jalur pelayaran, premi risiko tetap tinggi, membuat pasar tetap waspada dalam jangka pendek.
Di sisi lain, Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, meski peringkat kredit tetap BBB. Hal ini bisa memengaruhi sentimen investor asing dan menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Dengan kombinasi faktor global dan domestik ini, pergerakan rupiah hari ini diprediksi bergerak tipis dan terpantau fluktuatif.
Kurs Dolar AS di Bank-Bank Indonesia
Berikut rincian kurs jual beli dolar AS di empat bank besar per Kamis, 5 Maret 2026:
BCA
E-rate: beli Rp16.863, jual Rp16.883
TT counter: beli Rp16.710, jual Rp17.010
Bank notes: beli Rp16.710, jual Rp17.010
BRI
E-rate: beli Rp16.858, jual Rp16.885
TT counter: beli Rp16.785, jual Rp16.985
Mandiri
Special rate: beli Rp16.875, jual Rp16.905
TT counter: beli Rp16.680, jual Rp16.980
Bank notes: beli Rp16.680, jual Rp16.980
BNI
Special rate: beli Rp16.864, jual Rp16.884
TT counter: beli Rp16.770, jual Rp17.040
Bank notes: beli Rp16.770, jual Rp17.040
Rupiah menunjukkan penguatan tipis terhadap dolar AS di awal perdagangan Kamis, didorong oleh sentimen pasar regional dan global yang fluktuatif. Sementara itu, tekanan tambahan berasal dari risiko geopolitik Timur Tengah dan perubahan outlook kredit domestik.
Investor dianjurkan tetap memantau pergerakan pasar, khususnya terkait pergerakan harga minyak dan respons geopolitik, yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah secara signifikan.