Menteri PU Pastikan Distribusi Air Bersih Cepat Huntara Aceh Tamiang

Rabu, 25 Februari 2026 | 15:20:01 WIB
Menteri PU Pastikan Distribusi Air Bersih Cepat Huntara Aceh Tamiang

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan komitmennya dalam memastikan ketersediaan air bersih bagi penghuni hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Langkah ini dilakukan menyusul keluhan warga yang tinggal di Huntara 2 Desa Bundar, Kecamatan Karang Baru, yang selama beberapa minggu menghadapi keterbatasan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kita sedang memperbaiki SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang ada di Karang Baru,” kata Dody, menanggapi keluhan warga saat kegiatan sahur bersama dan shalat subuh berjamaah. 

Pemerintah melalui Kementerian PU menargetkan solusi cepat dengan membangun jaringan baru serta memperbaiki sistem air minum yang sudah ada agar distribusi ke Huntara bisa segera berjalan.

Perbaikan SPAM dan Pembangunan Jaringan Air Baru

Dody menjelaskan bahwa selain perbaikan SPAM, pihaknya tengah membangun jaringan baru dengan kapasitas dua kali 50 liter per detik. 

“Kita harap dalam dua-tiga bulan selesai, pipanya sendiri sudah datang, tinggal instalasi dan mudah-mudahan bisa dialirkan ke Huntara ini serta tempat lain di sekitar Karang Baru, termasuk rumah sakit,” tegasnya.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih di Huntara yang menjadi kebutuhan dasar warga, baik untuk memasak, mandi, maupun ibadah.

Peningkatan kapasitas sistem air diharapkan tidak hanya mencukupi kebutuhan Huntara 2, tetapi juga dapat mendukung pelayanan air bersih di wilayah Karang Baru secara lebih luas.

Perbaikan dan pembangunan jaringan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat dan pemulihan infrastruktur pasca-bencana yang disinergikan oleh pemerintah daerah dan pusat. 

Dengan solusi ini, warga diharapkan mendapatkan akses air bersih secara reguler dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kendala.

Keluhan Warga Huntara dan Dampaknya

Dalam kegiatan sahur bersama, perwakilan warga, Indra Saputra, menyampaikan keluhan mengenai minimnya ketersediaan air bersih. “Kami tinggal di Huntara ini lebih kurang sekitar minggu, kami menyampaikan keluhannya air bersih, dan juga soal kebersihan, sampah disini kurang diambil (mobil pengangkut sampah),” ujarnya.

Warga menekankan bahwa ketersediaan air bersih sangat penting bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga pelaksanaan ibadah. Selain itu, isu sampah yang belum terangkut juga menimbulkan kekhawatiran terkait kebersihan lingkungan dan kesehatan penghuni Huntara.

Keluhan ini menjadi dasar pemerintah untuk mempercepat pengerjaan SPAM baru dan memastikan distribusi air ke Huntara 2 dapat dilakukan secepat mungkin. Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak agar Huntara tetap layak huni dan nyaman bagi masyarakat yang terdampak.

Apresiasi Warga Terhadap Pemerintah dan Presiden

Dalam kesempatan yang sama, Indra Saputra juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri PU. 

“Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Menteri PU, kami atas nama masyarakat Huntara 2 mengucapkan terima kasih banyak,” kata Indra.

Huntara dibangun sebagai hunian sementara bagi masyarakat terdampak banjir dan bencana alam lainnya. Kehadiran hunian sementara ini menjadi bentuk perhatian pemerintah untuk memastikan warga tetap memiliki tempat tinggal yang layak serta akses ke fasilitas dasar seperti air bersih.

Selain itu, kegiatan sahur bersama dan shalat subuh berjamaah di Huntara juga menjadi momen silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memastikan aspirasi warga langsung diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.

Target Penyelesaian dan Dampak Positif bagi Masyarakat

Pemerintah menargetkan penyelesaian jaringan SPAM baru dan instalasi pipa dalam waktu dua hingga tiga bulan. Dengan adanya sistem ini, distribusi air bersih ke Huntara diharapkan berjalan lancar dan mampu memenuhi kebutuhan semua penghuni.

Solusi ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi warga Huntara 2, tetapi juga meningkatkan kapasitas layanan air bersih di Karang Baru dan sekitarnya. 

Rumah sakit dan fasilitas publik lainnya juga akan mendapatkan pasokan air yang cukup, sehingga pelayanan kesehatan tetap optimal.

Peningkatan akses air bersih di Huntara juga berdampak pada kualitas hidup masyarakat, mengurangi risiko penyakit akibat air yang tidak layak, serta mendorong kehidupan sosial dan ibadah yang lebih nyaman. Upaya ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat dengan solusi yang nyata dan cepat.

Terkini