JAKARTA - PT BUMA Internasional Grup Tbk memastikan rencana pemangkasan kuota produksi batu bara nasional hingga sekitar 600 juta ton belum memengaruhi kontrak kerja yang sedang berjalan dengan para kliennya. Kebijakan yang tengah dievaluasi pemerintah tersebut sejauh ini belum mengubah rencana operasional perusahaan jasa pertambangan tersebut.
Perusahaan menyatakan kegiatan operasional masih berjalan sesuai rencana awal yang telah disepakati bersama mitra kerja. Sejumlah proyek penambangan maupun kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup tetap dilaksanakan berdasarkan target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Direktur BUMA Internasional Grup Iwan Fuad Salim mengatakan operasional perusahaan masih stabil dan belum terlihat dampak langsung dari kebijakan pengurangan kuota produksi batu bara nasional tersebut.
“Sejauh ini kami belum melihat impact-nya. Klien-klien utama tetap berkomitmen pada rencana kerja yang telah disepakati sejak beberapa bulan lalu, baik terkait target produksi batu bara maupun pekerjaan pengupasan lapisan tanah penutup (overburden removal),” kata Iwan di Jakarta, 24 Februari 2026.
Operasional Masih Sesuai Rencana
Manajemen BUMA menegaskan bahwa seluruh aktivitas pertambangan yang dijalankan bersama klien masih berlangsung sesuai rencana yang telah disusun sejak awal kontrak. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah yang masih dalam tahap evaluasi belum berdampak pada implementasi pekerjaan di lapangan.
Perseroan menyatakan tetap menjaga koordinasi intensif dengan para klien guna memastikan setiap pekerjaan berjalan sesuai target yang telah ditetapkan. Pemantauan kondisi operasional dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kebijakan di masa mendatang.
Iwan menegaskan bahwa Perseroan terus memantau kondisi lapangan secara intensif bersama para klien guna mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Langkah ini dinilai penting karena industri jasa pertambangan sangat bergantung pada tingkat produksi batu bara milik perusahaan tambang sebagai pengguna jasa.
Evaluasi Kuota Produksi Nasional
Rencana pengurangan produksi batu bara nasional berasal dari kebijakan pemerintah yang tengah mengevaluasi kuota dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya pertambangan. Pemerintah mempertimbangkan opsi pemangkasan target produksi nasional menjadi sekitar 600 juta ton.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya menyatakan akan mengevaluasi kuota RKAB pertambangan batu bara sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan sektor energi dan pertambangan.
Kebijakan tersebut mempertimbangkan proyeksi kebutuhan dalam negeri serta kondisi pasar batu bara global. Sejumlah pihak industri menilai pemangkasan produksi dapat berdampak luas, termasuk pada kontraktor pertambangan dan sektor pendukung jika dilakukan dalam skala besar.
Namun demikian, dampak tersebut belum dirasakan secara langsung oleh BUMA karena kontrak yang berjalan masih mengacu pada rencana produksi yang telah disepakati sebelumnya.
Profil dan Portofolio Usaha
BUMA International Group, yang sebelumnya dikenal sebagai Delta Dunia Group, merupakan perusahaan induk dengan portofolio bisnis yang beragam di sektor jasa pertambangan. Perusahaan memiliki dua penyedia jasa pertambangan di Indonesia dan Australia yang memasok batu bara berkualitas tinggi bagi berbagai perusahaan besar.
Sebagai kontraktor pertambangan, kegiatan usaha BUMA sangat berkaitan dengan target produksi batu bara milik klien. Oleh karena itu, stabilitas kontrak kerja menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan operasional perusahaan.
Dengan kondisi saat ini, manajemen menilai bahwa hubungan kerja sama dengan para klien masih kuat sehingga kegiatan operasional tetap berjalan normal meskipun terdapat wacana penyesuaian produksi nasional.
Antisipasi Perubahan Kebijakan
Meski belum merasakan dampak langsung, BUMA tetap melakukan langkah antisipatif terhadap kemungkinan perubahan kebijakan produksi batu bara nasional. Perusahaan menilai pemantauan berkelanjutan diperlukan agar dapat merespons cepat setiap perubahan kondisi industri.
Koordinasi dengan klien menjadi kunci untuk memastikan kegiatan operasional tetap berjalan stabil sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan kebijakan pemerintah.
Selama kontrak kerja yang telah disepakati masih berjalan sesuai rencana, BUMA optimistis kegiatan jasa pertambangan tetap dapat berlangsung tanpa gangguan berarti. Perusahaan juga berharap kepastian kebijakan produksi batu bara nasional dapat memberikan kejelasan bagi pelaku usaha di sektor pertambangan.