Perundingan Perdagangan RI–AS Berbuah Hasil Positif, Prabowo Subianto Soroti Keuntungan Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:36:54 WIB
Perundingan Perdagangan RI–AS Berbuah Hasil Positif, Prabowo Subianto Soroti Keuntungan Nasional

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa hasil pembicaraan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat menunjukkan kesepakatan yang saling menguntungkan, yang dibangun atas dasar saling menghormati kedua negara. Pernyataan itu diungkapkan kepada wartawan di Washington DC, Amerika Serikat pada 21 Februari 2026, saat kunjungan kerja Presiden ke negara adidaya tersebut.

Proses Negosiasi yang Menyeluruh dan Bermakna

Presiden menjelaskan bahwa pembicaraan perdagangan kedua negara telah berlangsung cukup lama dan melalui proses yang mendalam. Menurutnya, durasi negosiasi yang panjang justru menjadi bukti komitmen kedua pihak untuk mencapai titik temu yang adil dan menguntungkan bagi kedua belah pihak. “Kita bahas masalah perdagangan di antara dua negara. Perundingan sudah cukup lama, artinya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati saya kira bagus ya,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan keterangan pers.

Meski menghadapi tantangan dan dinamika yang tidak mudah, termasuk kebijakan tarif yang sedang berubah di Amerika Serikat, pemerintah Indonesia tetap fokus pada pencapaian hasil yang mempertimbangkan kepentingan nasional secara luas. Presiden menekankan bahwa semua tahapan pembicaraan dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga stabilitas dan prospek perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

Menghormati Proses Politik Amerika Serikat

Dalam pernyataannya, Kepala Negara juga menyentuh soal perkembangan kebijakan tarif di Amerika Serikat yang dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung negara tersebut dan penetapan tarif impor baru. Ia mengatakan Indonesia menghormati proses politik dalam negeri AS dan siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa muncul dari dinamika tersebut. “Kita siap menghadapi semua kemungkinan. Kita hormati politik dalam negeri Amerika Serikat, kita lihat perkembangannya,” tegas Prabowo.

Terkait tarif sementara yang diberlakukan sebesar 10 persen, Prabowo menilai kebijakan ini tetap memberikan keuntungan bagi Indonesia. Ia berpendapat bahwa meskipun bukan tarif yang sangat rendah, ketetapan tersebut masih memberikan ruang bagi produk Indonesia untuk tetap kompetitif di pasar global, termasuk di pasar Amerika Serikat.

Tanggapan Pelaku Usaha Internasional

Selain mencermati hubungan bilateral, Presiden Prabowo juga mengungkapkan adanya respon positif dari pelaku investasi global yang ditemuinya selama lawatan tersebut. Beberapa pemimpin perusahaan investasi besar menyampaikan ketertarikan dan kepercayaan mereka terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Mereka menilai iklim usaha di Indonesia menunjukkan tren perbaikan dan dapat memberikan peluang bisnis yang menarik ke depan. “Mereka menyampaikan mereka sangat tertarik sama Indonesia, mereka confident, mereka lihat iklimnya membaik terus, mereka positif terhadap ekonomi kita,” ujar Presiden.

Hal ini menurutnya merupakan sinyal yang menggembirakan, karena minat dari sektor swasta global akan berdampak pada masuknya modal dan perluasan kerja sama ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

Diplomasi Ekonomi Diperkuat dengan Kesepakatan Tariff AS–RI

Sementara itu, perundingan yang dimaksudkan Presiden Prabowo juga berhubungan erat dengan penandatanganan perjanjian tarif timbal balik antara Indonesia dan Amerika Serikat yang terjadi beberapa hari sebelumnya. Dalam kesepakatan tersebut, tarif impor bagi produk-produk Indonesia yang masuk ke Amerika Serikat disepakati pada angka 19 persen, turun signifikan dari tarif awal yang sempat berada di angka hingga 32 persen. Kebijakan itu dinilai banyak pihak sebagai hasil diplomasi ekonomi yang berhasil menekan hambatan perdagangan yang memberatkan.

Dalam konteks bilateral yang lebih luas, perjanjian ini dipandang sebagai momen penting dalam hubungan perdagangan kedua negara. Selain tentang tarif, kedua belah pihak juga berkomitmen melanjutkan kerja sama di sektor lain seperti teknologi, investasi, perdagangan digital, serta menghapus beberapa hambatan non-tarif yang selama ini menjadi isu dalam hubungan dagang antara Indonesia dan AS.

Mendukung Stabilitas Ekonomi Nasional di Tengah Tantangan Global

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa seluruh negosiasi dan langkah diplomasi yang dilakukan bertujuan untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang perluasan pasar bagi produk dalam negeri. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendekatan yang dipilih tetap menempatkan kepentingan rakyat dan stabilitas perekonomian Indonesia sebagai prioritas utama.

Lebih jauh, pencapaian kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat yang dianggap saling menguntungkan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional. Peningkatan kerja sama dagang dengan negara besar seperti AS juga dapat memperluas jaringan pasar dan memicu pertumbuhan ekspor yang lebih beragam.

Keseluruhan proses ini menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi Indonesia berjalan dengan luwes di tengah perubahan geopolitik dan dinamika kebijakan global, serta mencerminkan kemampuan negara dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi nasional melalui forum-forum bilateral strategis.

Terkini