Daftar Harga TBS Sawit Sumsel Berdasarkan Umur Tanaman Februari 2026

Senin, 23 Februari 2026 | 12:23:20 WIB
Daftar Harga TBS Sawit Sumsel Berdasarkan Umur Tanaman Februari 2026

JAKARTA - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan kembali mengalami penyesuaian untuk periode II Februari 2026 (16–28 Februari).

Meskipun kenaikannya tipis, tren ini menunjukkan stabilitas pasar sawit di tengah fluktuasi harga minyak sawit mentah (CPO).

Berdasarkan rapat Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumsel, TBS tanaman usia 10–20 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 9,23/kg menjadi Rp 3.586,81/kg. Kenaikan minimal ini menggambarkan kondisi pasar yang relatif stagnan, seiring dengan nilai CPO yang juga stabil.

Nilai CPO untuk periode ini ditetapkan Rp 14.261,03/kg, harga inti sawit (kernel) sebesar Rp 12.986,93/kg, dan cangkang sawit Rp 17,61/kg, dengan indeks K 92,11%. Data ini dihimpun dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan dan dipublikasikan melalui Agricom.id.

Harga TBS Berdasarkan Umur Tanaman

Harga TBS disesuaikan berdasarkan umur tanaman, dengan tanaman yang lebih produktif biasanya dihargai lebih tinggi. Berikut rincian harga TBS per kilogram untuk berbagai umur tanaman:

Umur 3 tahun: Rp 3.014,10/kg

Umur 4 tahun: Rp 3.108,11/kg

Umur 5 tahun: Rp 3.241,82/kg

Umur 6 tahun: Rp 3.275,55/kg

Umur 7 tahun: Rp 3.272,41/kg

Umur 8 tahun: Rp 3.391,40/kg

Umur 9 tahun: Rp 3.460,41/kg

Umur 10–20 tahun: Rp 3.586,81/kg

Harga untuk tanaman muda lebih rendah karena produksi buah masih minimal, sementara tanaman produktif (10–20 tahun) menerima harga lebih tinggi, sejalan dengan output TBS yang maksimal.

Harga TBS untuk Tanaman Lebih Tua

Tanaman sawit yang telah berumur lebih dari 20 tahun mengalami penyesuaian harga sesuai kualitas dan produktivitas:

Umur 21 tahun: Rp 3.577,40/kg

Umur 22 tahun: Rp 3.587,02/kg

Umur 23 tahun: Rp 3.562,18/kg

Umur 24 tahun: Rp 3.463,19/kg

Umur 25 tahun: Rp 3.476,49/kg

Umur 26 tahun: Rp 3.414,87/kg

Umur 27 tahun: Rp 3.364,25/kg

Umur 28 tahun: Rp 3.307,29/kg

Umur 29 tahun: Rp 3.244,97/kg

Umur 30 tahun: Rp 3.177,62/kg

Penurunan harga pada tanaman lebih tua mencerminkan menurunnya produktivitas buah seiring umur tanaman. Hal ini menjadi pertimbangan petani dan pengusaha sawit dalam pengelolaan kebun dan strategi produksi.

Faktor Stabilitas Harga TBS

Kenaikan harga TBS yang tipis ini tidak lepas dari beberapa faktor:

Harga CPO Stabil – Pergerakan CPO di pasar domestik dan global cenderung stabil tanpa lonjakan signifikan.

Kondisi Pasokan – Produksi sawit di Sumatera Selatan relatif konsisten, menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Indeks K dan Kernel – Penetapan nilai cangkang dan kernel ikut menentukan harga TBS agar tetap kompetitif.

Petani sawit memantau harga ini dengan cermat karena walau kenaikan kecil, akumulasi penjualan TBS tetap berdampak signifikan pada pendapatan bulanan.

Implikasi bagi Petani dan Industri Sawit

Kenaikan TBS yang tipis berarti:

Pendapatan Petani Stabil – Petani tetap mendapat pemasukan walau tidak signifikan meningkat.

Perencanaan Produksi Lebih Mudah – Harga stabil memudahkan perencanaan biaya operasional dan investasi kebun.

Pengaruh Terhadap CPO – Harga TBS memengaruhi biaya produksi CPO, sehingga stabilitas TBS mendukung kestabilan harga CPO.

Meski kenaikan kecil, langkah ini penting bagi keberlangsungan industri sawit di Sumsel yang menjadi salah satu penopang ekonomi provinsi.

 Tren Pasar dan Prediksi Harga TBS Selanjutnya

Dengan harga TBS Sumsel yang cenderung stagnan, beberapa prediksi untuk periode mendatang meliputi:

Kenaikan Minimal – Diperkirakan akan terjadi kenaikan tipis jika harga CPO global meningkat.

Stabilitas Jangka Pendek – Untuk Februari hingga Maret 2026, harga kemungkinan akan tetap stagnan.

Pengaruh Ekonomi Global – Fluktuasi harga minyak nabati di pasar dunia tetap menjadi faktor utama penentu harga TBS.

Petani dan pengusaha sawit dianjurkan memonitor perkembangan pasar dan mengatur strategi penjualan agar tetap menguntungkan meski pergerakan harga terbatas.

Terkini