VinFast Percepat Produksi dan Dominasi Mobil Listrik di Pasar Indonesia

Senin, 23 Februari 2026 | 11:22:44 WIB
VinFast Percepat Produksi dan Dominasi Mobil Listrik di Pasar Indonesia

JAKARTA VinFast Auto Ltd. (VFS) semakin menunjukkan komitmen strategisnya dalam menggarap bisnis kendaraan listrik di Indonesia, negara yang dipandang sebagai salah satu pasar kunci kendaraan listrik di Asia Tenggara. Setelah membuka pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, dan mencatat pertumbuhan penjualan signifikan, perusahaan asal Vietnam ini mengincar proses lokalisasi dan ekspansi yang lebih luas di seluruh negeri.

Pabrik baru tersebut menjadi simbol nyata dari ambisi VinFast untuk tidak sekadar menjual kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian integral dari ekosistem industri otomotif Indonesia yang berkembang. Selain memperkuat jaringan produksi global, VinFast juga menyusun strategi untuk meningkatkan komponen lokal dan menciptakan peluang lapangan kerja bagi masyarakat setempat pada jangka panjang.

Perluasan Produksi dan Ambisi Lokalisasi

VinFast menegaskan pabrik Subang bukan sekadar fasilitas perakitan biasa. Investasi tahap awal fasilitas ini mencapai US$300 juta dan diperkirakan akan mencapai US$1 miliar pada fase yang lebih matang. Pabrik ini dirancang untuk memproduksi berbagai model kendaraan listrik VinFast seperti VF3, VF5, VF6, VF7, dan model lainnya yang tengah direncanakan untuk Indonesia.

Target kapasitas produksi awal mencapai 50 ribu unit per tahun, dengan target peningkatan komponen dalam negeri secara bertahap. Pada 2026, VinFast menargetkan komponen lokal mencapai lebih dari 40 persen, kemudian meningkat menjadi 60 persen pada 2029, dan mencapai sekitar 80 persen pada 2030. Peningkatan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang mendorong kemandirian industri otomotif dan pengembangan rantai pasok lokal di sektor kendaraan listrik.

Peningkatan TKDN ini bukan hanya sekadar angka, tetapi bertujuan nyata untuk memperkuat hubungan antara VinFast dan rantai vendor lokal. Dengan demikian, industri pendukung seperti suku cadang, logistik, dan manufaktur komponen akan tumbuh seiring ekspansi VinFast. Keberadaan pabrik juga diproyeksikan membuka ribuan lapangan kerja baru dan peluang pengembangan keterampilan bagi tenaga kerja lokal.

Perjalanan dan Dukungan Kolaboratif

Kehadiran VinFast di Indonesia tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejarah hubungan antara VinFast dan Indonesia dimulai jauh sebelum pabrik dibangun. Direktur VinFast Asia, Pham Sanh Chau, menyatakan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara memiliki akar panjang, bahkan hingga era konferensi Asia Afrika di Bandung. Chau menekankan bahwa Indonesia dipilih sebagai pasar utama karena pertumbuhan ekonomi yang stabil dan populasi konsumen yang besar.

Peresmian pabrik pada 15 Desember 2025 disaksikan oleh sejumlah tokoh dan pemangku kebijakan. VinFast Indonesia menyampaikan bahwa proyek ini bukan sekadar investasi modal, namun juga wujud komitmen untuk bekerja bersama Indonesia dalam mendukung agenda transisi energi dan pengembangan kendaraan ramah lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, memuji langkah VinFast yang berhasil membangun fasilitas produksi sesuai dengan jadwal dan berkontribusi terhadap pengembangan industri hijau nasional. Menurut Airlangga, pabrik ini tidak hanya akan memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga berpotensi menjadi basis produksi untuk ekspor.

Strategi Ekosistem dan Infrastruktur Pendukung

VinFast tidak hanya fokus pada produksi kendaraan listrik. Salah satu tantangan besar dalam adopsi EV adalah infrastruktur pengisian daya yang tersedia secara luas dan mudah diakses. Untuk menjawab tantangan ini, VinFast melalui jaringan V-Green telah membangun lebih dari 2.000 titik charging station di seluruh Indonesia. Infrastruktur ini diharapkan terus berkembang seiring meningkatnya permintaan EV di berbagai daerah.

Selain itu, VinFast juga meluncurkan program Resale Value Guarantee — sebuah jaminan harga jual kembali hingga 70 persen setelah tiga tahun penggunaan — untuk memberikan rasa aman bagi konsumen yang khawatir akan depresiasi nilai kendaraan listrik. Program ini menjadi salah satu strategi pemasaran yang menonjol dan dianggap membantu mempercepat keputusan pembelian konsumen.

Kolaborasi Finansial dan Dukungan Perbankan

Sebagai upaya memperkuat pondasi finansial proyek, VinFast menggandeng beberapa institusi perbankan Indonesia. PT Bank Negara Indonesia (BNI) memimpin sindikasi kredit senilai Rp1,8 triliun untuk mendukung pembangunan pabrik di Subang. Peran BNI dalam menyediakan akses modal bagi VinFast merupakan bukti nyata dari semakin kuatnya sinergi antara sektor industri dan lembaga keuangan nasional dalam mendukung transisi energi dan inovasi teknologi otomotif.

Dukungan perbankan ini tidak hanya berupa pembiayaan pembangunan pabrik, tetapi juga mencakup penyediaan layanan finansial yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen VinFast. Hal ini mencakup kredit kepemilikan dengan skema menarik, yang diharapkan mampu menurunkan hambatan masuk bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

Prospek Penjualan dan Pertumbuhan Pasar EV Indonesia

Pertumbuhan VinFast di Indonesia tercatat cukup signifikan. Sepanjang Januari hingga September 2025, VinFast Auto telah menjual lebih dari 110 ribu unit mobil listrik — peningkatan 149 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan sepeda motor listrik juga meningkat secara drastis, mencapai 234 ribu unit. Pendapatan perusahaan pada periode tersebut mencapai US$2,02 miliar, naik 85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan momentum ini, VinFast diperkirakan akan terus memperkuat posisinya di pasar EV Indonesia — terutama seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan dan dukungan kebijakan pemerintah yang mendukung adopsi EV. Target pengiriman untuk tahun 2026 diproyeksikan mencapai lebih dari 211 ribu unit, meningkat dari realisasi pada 2024.

Terkini