Menu Sahur Diet Yang Tepat Agar Tidak Lapar dan Energi Stabil

Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:45:39 WIB
Menu Sahur Diet Yang Tepat Agar Tidak Lapar dan Energi Stabil

JAKARTA - Sahur adalah momen makan terakhir sebelum memulai ibadah puasa yang sangat menentukan tingkat kenyang dan stabilitas energi tubuh sepanjang hari. Bagi orang yang sedang menjalani program diet saat puasa, memilih menu sahur yang tepat bukan hanya soal kenyang tetapi juga mampu memberikan asupan gizi seimbang agar tidak mudah lapar, lemas, atau kehilangan fokus saat beraktivitas.

Menu Sahur yang Tepat Membantu Kendalikan Nafsu Makan

Sahur yang bergizi fokus pada kombinasi karbohidrat kompleks, protein berkualitas, serat, lemak sehat, dan cairan yang cukup. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, atau ubi jalar memiliki indeks glikemik rendah yang berarti energi dilepas secara perlahan ke dalam tubuh.

Protein memegang peran penting untuk mencegah lapar karena memperlambat proses pengosongan lambung, menjaga massa otot, serta memberikan rasa kenyang lebih lama. Sumber protein baik antara lain telur, ayam tanpa kulit, ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan. Lemak sehat dari kacang, alpukat, atau minyak zaitun juga mendukung metabolisme sambil membantu cadangan energi tahan lama.

Karbohidrat Seimbang: Fondasi Energi Sahur

Karbohidrat kompleks harus menjadi dasar menu sahur karena tubuh membutuhkan pasokan energi yang stabil di siang hari saat berpuasa. Nasi merah dan roti gandum adalah contoh pilihan karbohidrat yang dicerna perlahan, sehingga dapat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama tanpa cepat lapar.

Tidak hanya itu, oatmeal dengan buah dan kacang juga menjadi alternatif sahur yang populer karena kandungan seratnya tinggi dan memberikan energi tahan lama tanpa “berat” di perut. Kombinasi buah seperti pisang atau apel memberikan vitamin, sementara kacang-kacangan menambah lemak sehat dan protein.

Protein dan Serat: Kunci Kenyang dan Fokus

Protein berkualitas seperti telur adalah pilihan yang sangat baik untuk menu sahur saat diet. Dua butir telur saja sudah memberikan asupan protein cukup untuk membantu tubuh mempertahankan otot dan memberikan rasa kenyang. Protein juga membantu mengurangi keinginan makan di siang hari, sehingga diet tetap terjaga.

Selain itu, sayuran dan buah-buahan memberikan serat yang membantu pencernaan dan mengendalikan gula darah. Serat larut membantu memperlambat proses pengosongan lambung, sehingga perut terasa lebih lama terisi dan mengurangi rasa lapar.

Contoh Kombinasi Menu Sahur Sehat dan Diet Friendly

Pilihan menu sahur yang dikombinasikan dari berbagai nutrisi seimbang antara lain: 
• Nasi merah dengan ayam panggang dan sayuran tumis.
• Oatmeal dengan buah dan taburan kacang.
• Roti gandum dengan telur orak-arik dan buah potong.
• Sup ayam bening dengan kentang atau ubi sebagai sumber karbohidrat sehat.
• Salad buah dengan yoghurt rendah lemak serta kacang almond.

Menu ini bukan hanya mengenyangkan tetapi juga memberi energi dan menjaga mood serta kerja otak saat puasa berlangsung.

Hidrasi dan Hindari Pilihan yang Menyebabkan Lapar Cepat

Selain makanan, hidrasi saat sahur sangat penting. Minum cukup air putih atau memilih makanan berkuah dapat membantu tubuh tetap terhidrasi hingga berbuka puasa. Hindari makanan tinggi gula, minuman berkafein, makanan gorengan, atau yang terlalu asin karena semua itu dapat menyebabkan dehidrasi atau lapar lebih cepat di siang hari.

Memilih menu sahur yang tepat membantu tubuh tetap kuat, fokus, dan bertenaga sepanjang hari tanpa harus menambah asupan kalori yang berlebihan. Diet saat puasa pun bisa tetap berjalan efektif dengan kombinasi nutrisi yang seimbang dan pilihan makanan yang cermat.

Terkini