SPKLU Signature ZORA Dukung Pengisian Cepat Kendaraan Listrik

Kamis, 19 Februari 2026 | 10:19:25 WIB
SPKLU Signature ZORA Dukung Pengisian Cepat Kendaraan Listrik

JAKARTA - Dalam upaya mendukung transformasi menuju mobilitas hijau, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Mega Energi Biru Indonesia (MEBI), dan Huawei Digital Power Indonesia meluncurkan inovasi terbaru mereka. 

Mereka memperkenalkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Signature ZORA di kawasan Scientia, Summarecon Gading Serpong.

Kolaborasi ini menghadirkan teknologi ultra-fast charging yang memungkinkan pengisian kendaraan listrik (electric vehicle/EV) hanya dalam waktu 20 menit, sebuah terobosan yang diharapkan dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Transformasi Pengisian Daya dengan Teknologi Ultra-Fast Charging

Pengisian daya cepat menjadi salah satu faktor kunci dalam percepatan adopsi kendaraan listrik. Dengan adanya SPKLU Signature ZORA, pengguna kendaraan listrik kini dapat mengisi daya dari 10% hingga 80% hanya dalam 20 menit. 

Hal ini tentunya menjadi solusi penting bagi masyarakat yang sebelumnya mengeluhkan lamanya waktu pengisian daya kendaraan listrik. Teknologi ultra-fast charging ini menggunakan daya 480 kilowatt (kW) yang mampu memberikan energi secara cepat dan efisien.

Selain itu, SPKLU ZORA dilengkapi dengan sistem split charging dan teknologi pendingin cairan (liquid cooling system), yang memungkinkan pengisian lebih stabil dan aman meskipun dalam kondisi penggunaan yang intensif. 

Fitur split charging memungkinkan pembagian daya lebih fleksibel antara beberapa kendaraan yang menggunakan pengisian bersamaan, menjadikan sistem lebih efisien dan mampu melayani lebih banyak pengguna.

Keunggulan Teknologi Huawei FusionCharge untuk Kendaraan Listrik

Dalam kolaborasi ini, Huawei menyumbangkan teknologi FusionCharge, yang memungkinkan distribusi energi secara fleksibel dari jaringan listrik utama. 

Teknologi ini juga mengintegrasikan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (battery energy storage system) yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pasokan listrik meskipun dalam kondisi cuaca buruk atau ketegangan jaringan. 

Sistem ini dirancang untuk berfungsi optimal di berbagai kondisi, menjadikan SPKLU ZORA lebih handal dalam melayani pengisian kendaraan listrik.

Menurut Huawei, teknologi FusionCharge memungkinkan SPKLU ini tidak hanya memberikan pengisian daya yang cepat, tetapi juga lebih ramah lingkungan. 

Dengan mengintegrasikan penyimpanan energi, SPKLU ZORA dapat mengurangi ketergantungan pada listrik dari sumber pembangkit yang tidak terbarukan, sekaligus mengurangi beban pada jaringan listrik utama.

Dukungan Infrastruktur dan Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik

PLN menekankan bahwa SPKLU Signature ZORA tidak hanya berfungsi sebagai titik pengisian daya biasa, tetapi sebagai pusat layanan yang menawarkan pengalaman lebih bagi pengguna kendaraan listrik. 

Dengan 12 konektor DC ultra-fast charging dan satu konektor AC medium charging, stasiun ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengisian cepat di area dengan lalu lintas tinggi. 

Selain itu, fasilitas ini dilengkapi dengan area tunggu yang nyaman, menjadikan SPKLU ZORA sebagai tempat pengisian sekaligus hub gaya hidup (lifestyle hub) bagi pengguna EV.

Sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, PLN juga mengintegrasikan fitur digital seperti Trip Planner dan AntreEV dalam aplikasi PLN Mobile. 

Fitur Trip Planner memungkinkan pengemudi merencanakan perjalanan dengan mempertimbangkan titik-titik SPKLU terdekat, sementara AntreEV memudahkan pengaturan antrean pengisian daya secara transparan, mengurangi waktu tunggu dan meningkatkan kenyamanan.

Dampak Kolaborasi Terhadap Sektor Transportasi dan Dekarbonisasi

Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia sudah semakin meningkat, terutama dengan adanya kebijakan pemerintah yang mendukung mobilitas hijau. 

Transisi menuju kendaraan listrik tidak hanya berdampak positif terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM), yang sebagian besar masih diimpor. 

Dengan memanfaatkan energi listrik yang lebih bersih, Indonesia dapat mencapai tujuan dekarbonisasi sektor transportasi lebih cepat.

Edwin Nugraha Putra, Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mempercepat transformasi kendaraan listrik di Indonesia. 

"Dengan pengisian yang cepat dan efisien, serta pengembangan infrastruktur yang lebih baik, kami mendukung Indonesia untuk mencapai tujuan dekarbonisasi sektor transportasi," ujar Edwin. 

Teknologi yang diterapkan oleh SPKLU ZORA diharapkan dapat mengatasi hambatan utama yang selama ini menjadi kendala dalam pengembangan kendaraan listrik, yaitu waktu pengisian yang lama dan kurangnya infrastruktur yang memadai.

Pengembangan Infrastruktur Pengisian Listrik di Seluruh Indonesia

Sejak 2025, PLN bersama mitra telah mengoperasikan lebih dari 4.655 unit SPKLU di berbagai wilayah Indonesia. Keberadaan infrastruktur pengisian daya ini menjadi sangat penting seiring dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang beredar di Indonesia. 

PLN menargetkan untuk memperluas jumlah SPKLU lebih lanjut, tidak hanya di kawasan kota besar, tetapi juga di daerah-daerah yang memiliki potensi pasar kendaraan listrik yang berkembang pesat.

Dengan hadirnya SPKLU Signature ZORA, PLN berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengisian kendaraan listrik yang efisien dan ramah lingkungan. 

Selain itu, pengoperasian lebih banyak SPKLU yang didukung oleh teknologi canggih diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk beralih menggunakan kendaraan listrik, mempercepat transformasi energi di sektor transportasi.

Langkah Besar Menuju Mobilitas Hijau yang Lebih Cepat dan Efisien

Dengan kehadiran SPKLU Signature ZORA, Indonesia mengambil langkah besar menuju mobilitas hijau yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan. 

Kolaborasi antara PLN, MEBI, dan Huawei ini telah menghadirkan teknologi ultra-fast charging yang memungkinkan pengisian kendaraan listrik hanya dalam 20 menit, mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan kendaraan listrik. 

Inovasi ini tidak hanya mendukung pemerintah dalam upaya mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan kenyamanan dan efisiensi lebih bagi para pengguna kendaraan listrik di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur yang semakin berkembang, masa depan kendaraan listrik di Indonesia tampaknya semakin cerah.

Terkini